Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya beberapa bulan yang lalu…. ^^
Selain sebagai mahasiswa aktif di Universitas Hasanuddin, saya juga aktif di salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yaitu PSM Unhas. Eit, jangan salah kaprah dulu! Ini bukan PSM yang suka main bola itu, tapi ini PSM yang suka nyanyi alias Paduan Suara Mahasiswa. Hehehe. Saya dinyatakan resmi menjadi anggota di PSM sejak Februari 2010. Saya sempat mengikuti audisi PSM pada tahun 2008. Namun mungkin belum rejeki saya karena waktu itu saya tidak lolos, bahkan di audisi pertama.Hehehe.
Sejak bergabung di PSM, saya mendapat banyak pengalaman berharga. Terutama teknik bernyanyi yang baru saya pelajari, yaitu choral dan folklore.
Puji Tuhan, saya diberi kesempatan untuk mengikuti kompetisi nasional, yaitu Pesparawi Mahasiswa Tingkat Nasional XI Tahun 2010. Dengan jumlah anggota tim ±30 orang, kami pun menjalani latihan, yang bisa dibilang cukup berat, selama beberapa bulan. Banyak hal yang terjadi dan yang kami dapatkan selama beberapa bulan tersebut. Mulai dari latihan vocal dan tari yang melelahkan, sampai pada waktu kami harus merelakan 2 orang anggota tim yang harus keluar karena akan mengikuti kompetisi Suara Indonesia. Saya bahkan harus puasa bicara selama 4 hari. Karena terlalu banyak bernyanyi, pita suara saya sampai bengkak dan suara pun jadi serak.
Tiba saatnya kami berangkat ke kota Palangkaraya, tempat dimana kompetisi tersebut akan dihelat. Bandara Sultan Hasanuddin menjadi saksi keberangkatan kami dengan pesawat Sriwijaya Air di sore hari yang mendung, 17 Oktober 2010. Dengan seragam kaos berwarna biru, kami pun berangkat dengan sejuta harapan akan kesuksesan di pulau Borneo itu.
Ternyata kami tidak langsung sampai di kota Palangkaraya. Kami harus transit di Bandara Sepinggan Balikpapan dan mendarat lagi di Bandara Samsyudin Noor Banjarmasin. Dari Banjarmasin kami harus naik bus selama ± 4 jam untuk sampai di kota Palangkaraya. Sekitar pukul 01.00 malam, kami tiba di kota Palangkaraya dan langsung ke tempat penginapan di mess LPMP Kalteng.
Ada satu hal yang unik (menurut saya) di kota Palangkaraya. Karena berada di perbatasan antara WIB dengan WITA, kita sudah dapat melihat sinar mentari pada jam 5 pagi. Seandainya di Makassar seperti itu, mungkin saya bisa bangun lebih cepat. Hehehe..
Banyak perbedaan antara kota Makassar dengan Palangkaraya. Selama berada di kota Palangkaraya, saya tidak pernah menemukan yang namanya kemacetan. Kota Palangkaraya masih begitu asri. Pohon-pohon masih tumbuh subur dan memberikan kesejukan di kota itu. Menurutku, kota itu pantas dijadikan ibu kota negara, sebagai pusat pemerintahan negeri ini.
Kembali ke kompetisi.
Lomba paduan suaranya sendiri diadakan selama 3 hari, yakni tanggal 20-22 Oktober 2010. Dan selama 2 hari sebelum lomba dilaksanakan, kami kembali melakukan latihan, baik di tempat yang disediakan panitia, yakni gedung Gereja Moria, maupun di tempat kami menginap. Kami pun sempat melaksanakan gladi di gedung Tambun Bungai, tempat perhelatan kompetisi 2 tahun sekali ini. Oh ya, Pesparawi kali ini diikuti oleh 38 universitas dari seluruh penjuru Indonesia.
Kompetisi pun dimulai.
Hari pertama. Rabu, 20 Oktober 2010. Kategori Musica Scara.
Kami mendapat nomor undian 24, yang artinya kami tampil sore hari. Kami tampak cantik dan menawan dengan gaun putih tanpa lengan yang begitu elegan, rambut tersanggul rapi, dan high heels berwarna hitam. Begitu pula dengan jas dan dasi pita yang dikenakan oleh para pria, membuat mereka terlihat begitu gagah. Kami pun tampil membawakan 3 buah lagu, yakni Kudengar SuaraMu, Tuhan, And The Glory Of The Lord, dan The Lord Bless You And Keep You. Awalnya saya merasa gugup, namun setelah beberapa saat berdiri di atas panggung saya pun akhirnya bisa menyesuaikan diri.
Hari ke dua. Kamis, 21 Oktober 2010. Kategori Gospel.
Di kategori ini, kami mendapat nomor undian 36. Jadi kami tampil pada malam hari, sekitar jam 10. Kami membawakan 2 lagu, yaitu Ain’t A That Good News dan Elijah Rock. Malam itu penampilan PSM Unhas sangat berbeda dari peserta-peserta lain. Kami tampil dengan kulit yang begitu coklat dan para wanita dengan rambut keriting yang menjuntai. Negro style, cuiiinttt! Hehehe. Ditambah lagi dengan pakaian kami yang berwarna ungu lengkap dengan payet-payet berwarna perak dan bando yang juga berwarna perak melekat di kepala PSM ladies. That was really Negroid and sparkling night! Hehehe..
Hari ke tiga. Jumat, 22 Oktober 2010. Kategori Folklore.
Karena kami mendapat nomor undian ke 6, maka sejak pagi hari kami sudah bersiap-siap. Saya bersama tiga penyanyi alto lainnya mengenakan pakaian adat Dayak, lengkap dengan bulu yang panjangnya hampir 1 meter yang melekat di kepala kami. Sedangkan yang lainnya mengenakan pakaian adat Bugis berwarna cerah dan berkilau. Wow! Ternyata pakaian kami saat itu lebih sparkling dari penampilan malam sebelumnya. Mungkin jika kami tampil malam hari, maka panggung gedung Tambun Bungai pasti akan terlihat sangat berkilau. Hehehe. Lagu yang kami tampilkan pada saat itu adalah Oh, Adingkuh (lagu etnik Kalteng) dan Ma'rencong-rencong (lagu etnik Makassar). Tidak hanya bernyanyi, kami juga menari di sepanjang lagu. Kami benar-benar memukau para penonton pagi itu. Hal itu terlihat dari tepuk tangan dan riuh suara penonton setelah kami menampilkan lagu pertama dan ke dua. Kami pun merasa tampil sangat maksimal saat itu. I thought, that was a great performance! :)
Sebelum penutupan dan pengumuman hasil lomba selama tiga hari tersebut, kami pun mengikuti kegiatan susur sungai Kahayan yang diadakan oleh panitia. Malam sebelumnya, yakni Jumat malam, saya terserang demam. Walaupun demikian, saya tetap ikut bersama anggota tim yang lain menyusuri sungai Kahayan. Dengan kapal berukuran sedang, kami pun menyusuri sungai Kahayan sore itu. Akhirnya, saya pun tidak bisa mengikuti penutupan pada malam harinya karena kondisi tubuh yang semakin parah.
Sekitar pukul 01.00 malam, anggota tim PSM yang mengikuti acara penutupan kembali ke tempat penginapan. Saya tak sabar mendengar hasil dari usaha kami selama berbulan-bulan. Dan hasilnya adalah sebagai berikut: untuk kategori Musica Sacra dan Gospel kami mendapat Silver Medal, sedang untuk kategori Folklore kami mendapat Gold Medal. Ada sedikit kekecewaan di hati, karena saya merasa penampilan folklore kami pantas untuk mendapatkan posisi pertama Gold Medal. Namun, apa boleh dikata, kami hanya peserta. Kami bukanlah juri yang menuliskan hasil penilaiannya di atas kertas.
Minggu pagi, tepat di hari ulang tahunku, 24 Oktober 2010, kami mengikuti ibadah Minggu di Gereja Toraja Palangkaraya. Pada ibadah tersebut, kami kembali membawakan dua buah lagu yang kami tampilkan di kompetisi. Sore harinya, kami beramai-ramai mengunjungi pusat oleh-oleh di jalan Batam. Dengan modal yang sangat minim, saya pun membeli beberapa barang sebagai oleh-oleh untuk teman-teman di Makassar.
Pukul 01.00 malam, 25 Oktober 2010, kami berangkat dengan menggunakan bus menuju kota Banjarmasin. Namun, sebelum ke bandara, kami menyempatkan waktu untuk berbelanja di Martapura. Pukul 02.00 siang, kami take-off dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Setelah transit di Bandara Sepinggan Balikpapan, kami pun tiba di Bandara Sultan Hasanuddin sekitar jam 5 sore.
Demam pun kembali menyerangku malam itu. Walaupun demikian, saya sudah melewati banyak hal selama seminggu dan itu merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam hidupku.
Satu hal penting yang saya dapatkan dari sepanjang proses latihan sampai pada kompetisi, yaitu kebersamaan. Alangkah bahagianya saya karena telah bertemu dan berbagi dengan teman-teman anggota tim Pesparawi 2010. Mungkin kita berbeda-beda, bahkan mungkin ada konflik yang pernah terjadi di antara kita. Namun, karena kebersamaan itulah sehingga kita dapat memberikan penampilan yang terbaik saat kompetisi. Bukan hanya itu, saat saya sedang sakit pun, kalian terus memberikan perhatian kepada saya. Saat ada yang sedang dalam masalah, kita tetap saling mendukung. Thank’s for all, my friends. God always bless and be with you… ^__^
*kamar08_sheila, 030211
Di depan rektorat, siap2 menuju bandara..
@Bandara Sultan Hasanuddin, diantar sm anak2 PSM yg lain.. ^^
Sambil nunggu tiket, poto dulu sm duet mautku...hehe
Transit skalian numpang poto (with Pade' n Ce2 Evelyn)
Sampe di Banjarmasin,, siap2 naik bus...
Ini dia tempat kami menginap selama di Palangkaraya.
Gladi @gedung Tambun Bungai..
@gedung Gereja Moria.. Latihan, latihan,,,
Pasangan serasi nih kayaknya,,, ^^
Ehm, ehm... Just like a princess, isn't it?? (narsis)
Penampilan perdana...
cantik2nya semuaaa....
Weeettsss.. mantap, ciiintt..
Hahaha.. Hati2, ada nenek sihir!!!
Poto bareng cewe2 UPH (klo nd salah) di Siaga 3..
Negro abiiizzz... ^^
Permisiiii.. Gadis Dayak mau lewat.. hihihi
Penampilan yg sangat DAHSYAT!! :)
Canti'naaaa......
Gadis2 Dayak bajakan mau pergi mandui kan sungei.. ^_^
Poto bareng peserta dr Papua dan Tomohon
God loves Indonesia..
Duet maut beraksi di stand panitia.. haha
Ini die peserta dr Jakarte,, (krg Ondel2 ini)..
@dermaga Sungai Kahayan
Sungai Kahayan, ciiintt.. (org sakit sempat2nya poto)..
1 komentar:
Wow . . . MANTAP Posumah...
Posting Komentar