Selasa, 08 Februari 2011

Ceritaku Hari Ini ^__^


Ternyata saya sanggup juga bangun di pagi hari yang indah tadi. Hehehe. Setelah berjuang sekuat tenaga dan sekuat-kuatnya mata saya, saya pun beranjak dari tempat tidur. Sebenarnya alarm HP saya pasang tepat pukul 06.30. Tapi karena keasyikan dengan  mimpi saya tentang teman-teman SMA, saya pun berulang kali men-snooze-kan alarmnya. Dan sampailah pada pukul 07.30 dimana saya akhirnya menyanggupi tuntutan untuk bangun pagi.
Untuk diketahui, saya kembali mengalami insomnia tak tertahankan semalam, dan baru bisa tidur kira-kira jam setengah 4. Nah, karena merasa tidak cukup tidur dan sedikit kedinginan di pagi hari, saya pun menyalakan kompor dan memasak air yang akan dicampur dengan air dingin, untuk menjadi rekan mandi pagiku. (air panas+air dingin=air hangat, cocok mi toh??)hehehe
Namun, sambil menunggu air dipanaskan di atas api yang membara (lebai), saya pergi membeli lauk di warung di dekat pondokan. Untung masih ada sisa nasi di rice cooker. Jadilah saya makan pagi dengan perkedel jagung dan tahu kecap, dengan nasi tentunya. Karena hari ini jadwal kuliah padat, dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore, makanya saya harus mengisi perut. Nah, lagi-lagi karena merasa tidak cukup tidur, saya pun menambah teman buat makanan saya, yaitu kopi. Tapi ini kopi bukan sembarang kopi lho! Namanya Korean Ginseng Coffee, yang dibeli Mama waktu saya pulang Natalan di kampung halaman. Katanya sih, kopi yang satu ini punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Sepertinya sih begitu, karena memang harganya jauh lebih mahal dari kopi-kopi biasanya.
Ini nih kopinya...

Karena tidak tahu akan kuliah di ruangan mana, saya pun meng-sms Liry dan Jejen, yang juga mengambil mata kuliah Produksi Media Cetak.
Saya: Di ruangan mana kul, syg?? (message sent)
Air di dalam belanga, di atas kompor, sudah mendidih. Dan jadilah mandi air hangat yang menyenangkan di pagi hari (backsound: suara percikan air yang disiram dari atas kepala.. byuurrr,,byuurrrr)  
Jam 8 kurang 5 menit, saya selesai mandi dan langsung menata diri, dari kepala sampai kaki. (eh, ada sms tawwa…)
Liry: hehe, bruka tba ni, nda tw jg dmna ruangnx.
[ mukaku>> :( ]
Eh, ada 1 lagi smsnya.
Liry: 107 hen. . .
Dan saya langsung merespon dalam hati: ooowww….
Pukul 08.15, saya pun cabut ke kampus dengan badan yang sudah lumayan segar. Untung Pak Gaffar belum masuk, teman-teman pun baru 6 orang yang datang di ruang 107 itu.
Namun, beberapa menit kemudian, saat kami sedang asyik bersenda gurau dan bercanda ria, pak Gaffar pun muncul di depan pintu. Seperti biasanya, penampilan dosen yang satu ini bisa dikatakan gaul getoh. Dengan lengan baju yang dilipat sampai di atas siku dan 3 kancing baju terbuka di bagian atas (kuperhatikannya, haha) beliau pun mengambil posisi di bangku dosen.
Seperti biasanya lagi, pak Gaffar mengajar dengan cara bercerita yang hampir seluruhnya adalah pengalaman hidupnya, sebagai seorang wartawan tentunya. Namun, pagi tadi beliau lebih banyak membahas tentang apa yang akan kami lakukan dalam mata kuliah tersebut. Kami akan membuat tabloid yang akan terbit di akhir semester nanti. Dan yang paling banyak dibicarakan tadi ialah soal biaya produksi.
Memang ya, uang itu takkan pernah jauh-jauh dari kehidupan manusia. Apalagi mahasiswa, biaya inilah, biaya itulah. Pokoknya bisa bikin orang sampai pusing tujuh putaran karena memikirkannya. Lagi-lagi orang tualah yang harus berusaha keras memenuhi semua kebutuhan itu (jadi sedih, ingat orang tua di rumah. T_T huhuhu).
Money, money, money.....

Nah, kembali ke kuliah. Setelah berapat-rapat redaksi ria di ruang 107, kami pun melanjutkan perjalanan kami untuk kuliah berikutnya, Kajian Masyarakat Maritim. Sampai di ruangan A1, saya pun langsung mengambil posisi duduk di sebelah Dewi. Beberapa menit kemudian, ruangan kelas jadi penuh sesak. Padahal daya tampungnya bisa sampai sekitar 60 orang, tapi masih ada juga yang tidak kebagian kursi. Kok bisa? Ternyata dalam ruangan itu ada tiga jurusan, ciiinntt.. Komunikasi 08, Sosiologi 07 dan 08, serta Antropologi 09. Ckckckck. Pantas saja!
Suasana kelas pun jadi kacau balau (lagi2 lebai). Banyak yang tidak mendengarkan penjelasan dosen di depan. Ada yang ngobrol (mungkin bergosip, hehe), ada yang mengetik-ngetik handphone-nya, ada yang foto-foto, ada yang masak, ada yang main sulap, ada yang salto (lho kok?) hahaha….
Saya pun salah satu pelakunya, kecuali yang tiga terakhir disebutkan. Saya mengganggu Dewi dengan pertanyaan-pertanyaan saya, padahal dia sedang belajar untuk tes kursusnya (sama jie tidak mendengarkan bapaknya, hehe). Jika tidak sedang ngobrol, saya pun mencorat-coret notes saya sambil sedikit-sedikit mendengarkan sang dosen menjelaskan pengantar mata kuliah tersebut. Saya juga mengambil beberapa gambar dengan HP saya yang layarnya sudah memutih itu (bukan rambutnya nah). Walaupun kameranya tak terlalu bagus, inilah hasilnya…..
Suasana kelas yang padat. Ini hanya 1/3-nya lho..

Tuh kan... banyak yg ngobrol tuh.. hehehe
Hasil karya saya di notes... hihihi

Namun, tiba-tiba datanglah seorang malaikat! Hehehe. Bukanlaaah!! Seorang dosen yang sudah mulai memutih rambutnya (nah, ini baru rambut) datang membawa kabar gembira. Ternyata, mahasiswa dari jurusan Sosiologi berada di bawah asuhannya. Jadilah ruangan itu jadi semakin ribut karena anak-anak Sosiologi yang berdesak-desakkan keluar ruangan.
Sekitar pukul 11.30, perkuliahan pun berakhir. Next destination: pelataran Baruga. Soalnya tadi pagi saya mendapat sms dari Titin bahwa akan diadakan rapat untuk kegiatan di hari raya Paskah nanti. Namun sampai di Baruga, saya bertemu Liry dan juga Maya yang pada saat itu berjalan dengan gaya pincangnya. Yup, Maya baru terkena musibah. Ia terjatuh saat berjalan di tangga kapal. Pembuluh darah di kakinya pecah, yang mengakibatkan dia tidak bisa berjalan normal. Kami pun mengantarnya ke depan fakultas, karena pada saat itu ia hendak kembali ke kosnya. Sesekali kami memapahnya saat menuruni tangga atau melewati jalan yang menurun. Setelah menyaksikan Maya menaiki boncengan motor sang tukang ojek dengan susah payah, kami pun kembali ke Baruga.
Setelah menunggu sekitar setengah jam, muncullah teman-teman pengurus PMKO yang akan mengikuti rapat. Rapat pun dimulai dengan doa dan dilanjutkan dengan membahas segala sesuatunya. Karena rapatnya tidak terlalu formal, kami pun membahas ‘segala sesuatunya’ itu dengan diselingi candaan sana-sini, ketawa sana-sini, jungkir-balik sana sini (eh, datang mi gilanya lagi, haha).
Jam 1 siang pun tiba. Rapat pun ditutup karena sebagian besar peserta rapat harus kuliah (ditutup dengan doa tentunya). Saya dan Liry langsung menuju ke ruang 206 untuk mengikuti mata kuliah Produksi Siaran. Kepalaku melongok ke dalam ruangan. Kok kosong? Ternyata teman-teman yang lain sedang nongkrong di Korps (ngapamie pengurus, hehe). Kami pun ikutan nongkrong di dalam Korps.
Setelah berada di dalam sekitar 20 menit dan mendengar keluh-kesah Sabda yang terlambat mengantarkan makanan untuk someone special-nya di bandara, kami pun menuju ke kelas karena dosen favoritku sudah tiba. Yup, Pak Mulyadi adalah salah satu dosen favoritku. Cara beliau memberikan pengajaran yang santai tapi serius membuat saya menyukainya. Beliau juga memiliki prinsip untuk selalu mendahulukan mahasiswa. Mahasiswa perlu mendapat ‘pelayanan’ yang baik, karena mahasiswalah yang membiayai berbagai keperluan untuk kemajuan kampus. Cara berpakaiannya pun begitu sederhana, namun wibawanya tetap terlihat. Jaket hitamnya selalu menemani keseharian beliau di kampus. Beliau benar-benar memberikan pengaruh positif bagi mahasiswanya.  
Pak Mul saat mengajar mata kuliah Jurnalistik Siaran..


Dalam kuliah tersebut, Pak Mul, begitu sapaan akrabnya, memberikan penjelasan awal tentang mata kuliah Produksi Siaran. Beliau akan mengajar kami untuk memproduksi siaran radio, yaitu sampai  mid semester. Kemudian dilanjutkan oleh bang Sonni, yang juga dosen favorit saya, yang akan membimbing kami untuk memproduksi siaran televisi.
Walaupun mata kuliah wajib untuk program studi Jurnalistik kadang terasa begitu sulit, namun ada rasa senang dan bangga di hati ini, terutama ketika kita dapat menghasilkan suatu karya tertentu. Semoga di semester ini saya akan semakin giat kuliah dan kembali menghasilkan karya-karya yang penuh dengan kreatifitas. Amin….
Nah, sekian dulu ya untuk hari ini.. (capek mi tanganku mengetik) hehehe….. ^___^
*kamar08_sheila, 080211


Ket: gambar uangnya didonlod dari Google, gambar Pak Mul dari FB beliau... (maap ya sy ambil, Pak^^)

Tidak ada komentar: