Ada yang baru kusadari malam ini. Aku bukanlah sahabat yang baik untuk sahabatku sendiri. Aku baru tahu keadaanmu saat ini, itu pun bahkan dari orang lain. Sakit! Sakit rasanya hati ini saat mengetahui bahwa keadaanmu “tidak baik-baik saja”. Sakit rasanya hati ini saat menyadari bahwa aku bukanlah seorang sahabat yang setia.
Aku bahkan tak ingat kapan terakhir kita bertemu. Aku bahkan tak pernah lagi menanyakan kabarmu. Aku tak tahu apa yang kau gumuli saat ini. Aku tak pernah tahu bahwa kau sedang memikul beban yang sangat berat.
Ternyata sejak peristiwa itu kau tidak lagi seperti dulu. Hidupmu tak sebahagia saat kita masih bersama dulu. Bahkan tak sebahagia saat kau duduk di pelaminan bersama orang yang kau cintai. Mungkin kini raut wajahmu tidak semanis dulu, karena kau harus mengurus pasangan hidupmu dan juga buah hati kalian dalam kondisimu yang seperti itu.
Rasa bersalah pun kini merasuk di dalam hati. Aku sadar, aku tak pernah berbuat apa-apa untuk membantumu, sahabatku. Aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri. Aku terlalu sibuk dengan teman-teman baruku. Aku egois! Egois padamu, sahabatku…
Aku selalu berniat menemuimu saat kembali ke Poso. Tapi, sekali lagi ‘aku bukan sahabat yang baik’. Aku tak berusaha mencari jalan keluar agar bisa menemuimu.
Mungkin aku tak layak kau panggil sahabat. Apalah artinya sahabat jika kesedihanmu tak pernah kurasakan.
Maafkan aku, sahabatku!
MAAF! MAAF! MAAF!
Mungkin seribu maaf pun tak dapat menghapus rasa bersalahku padamu.
Tapi, satu yang kuyakini bahwa meskipun orang-orang di sekitarmu menjauh dan pergi, namun Dia Yang Maha Pengasih tidak akan pernah meninggalkanmu, sahabatku.. I miss u :(
*kamar08_sheila, 030211
Tidak ada komentar:
Posting Komentar